"Al Khadir", Substansi Hijau Dalam Daun

Posted by Muchamad Sujarwanto Minggu, 30 Desember 2012 0 komentar

“Al Khadir”, Substansi Hijau Dalam Daun

 


Allah SWT telah menakdirkan bahwa tumbuhan, manusia dan hewan mendapatkan makanannya dari apa yang dihasilkan tumbuhan dalam “pabrik hijau”-nya.


Pabrik hijau ini telah ada pada tumbuhan sejak pertama kali tumbuh, yang dalam istilah Botani disebut dengan Chloroplasts, dimana dalam Al Quran juga disebut sebagai “Al Khadir” atau Substansi Hijau. Di bagian inilah tumbuhan memanfaatkan energi cahaya dan mengubahnya menjadi energi kimia, yang pada akhirnya menghasilkan berbagai biji-bijian, buah-buahan dan berbagai bagian lain dari tumbuhan yang sering kita lihat.

Al Quran telah menggambarkan fakta ini dalam firman Allah SWT:

“Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau (Al Khadir), Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya diwaktu pohonnya berbuah, dan (perhatikan pula) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al An’aam : 99)

Jadi, pabrik hijau ini telah muncul sejak pertama kali tumbuhan itu tumbuh. Tumbuhan dihasilkan dari biji-bijian atau bagian dari tubuh tumbuhan dengan perantaraan air. Allah SWT menurunkan air hujan untuk dengannya menumbuhkan segala jenis tumbuhan, dan dari tumbuhan itu dibuatkan “pabrik hijau” untuk menghasilkan substansi yang dibutuhkan dalam membentuk biji, buah dan semua bagian dari tumbuhan.

Sebelumnya, fakta ini belum terungkap hingga masa 1600 M, setelah penelitian selama 300 tahun, ketika botanis (peneliti tumbuhan) membawa sejumlah hasil riset dan eksperimen dalam bidang fisiologi tumbuhan untuk menjelaskan proses fotosintesis.

Pada tahun 1804, De Saussure mengutarakan bahwa terdapat dua macam pertukaran gas: yang pertama terjadi di wilayah yang terang dan yang kedua terjadi di wilayah yang gelap. Itulah bagian hijau dari tumbuhan yang menyerap gas CO2 dan melepaskan gas O2 dengan adanya cahaya. Selanjutnya penelitian dalam bidang ini terus berlanjut.

Pada tahun 1942, Meyer mengatakan bahwa sumber energi utama yang digunakan tumbuhan dan hewan adalah cahaya matahari, yang oleh tumbuhan energi tersebut diubah menjadi energy kimia melalui proses fotosintesis.

Pada tahun 1961, Glass mengatakan bahwa senyawa yang sangat berperan dalam proses pengubahan energy cahaya menjadi energy kimia oleh tumbuhan adalah suatu pigmen (zat warna) yang terdapat di dalam kloroplas yang disebut juga “pigment carriers”.

Chloroplast

Fotosintesis melibatkan proses biologi kompleks yang menghasilkan bahan baku untuk dinding sel, asam amino, protein, lemak, hormon, pigment, dsb. Senyawa-senyawa tersebut menjadi bahan yang diperlukan untuk membuat bagian-bagian dari tumbuhan, yang dengan itu menjadi sumber makanan bagi hewan dan manusia.

Fotosintesis adalah proses dengan dua tahapan. Tahap pertama adalah ketergantungan terhadap cahaya (reaksi terang), membutuhkan energy langsung dari cahaya untuk membuat molekul pembawa energy yang akan digunakan pada tahap berikutnya. Tahap kedua adalah tidak tergantung pada cahaya (reaksi gelap) yang terjadi ketika produk reaksi terang digunakan untuk mengikat rantai karbon C-C dari karbohidrat.
Bukti terkini menunjukkan bahwa enzim utama dalam reaksi gelap dirangsang secara tidak langsung oleh cahaya, jadi penamaan reaksi gelap menjadi istilah yang kurang cocok.
Reaksi terang berlangsung di Grana dan reaksi gelap berlangsung di Stroma, bagian dalam kloroplas.

Aspek Keajaiban

Para peneliti dalam bidang fisiologi tumbuhan telah menemukan bahwa “substansi hijau” (kloroplas) menyerap energy cahaya dan mengubahnya menjadi energy kimia untuk menghasilkan berbagai buah. Penemuan ini baru disadari setelah melakukan studi yang terus-menerus hingga 3 abad menjelang abad 20.

Proses menghasilkan biji, buah dan pepohonan menjadi rahasia yang tak diketahui tersembunyi jauh di dalam Tilakoid (thylakoids) dari kloroplas, dimana tidak dapat dilihat oleh mata telanjang, yang akhirnya dapat diketahui oleh para peneliti setelah melalui penelitian dan eksperimen yang panjang selama berabad-abad.

Hanya setelah menggunakan metode yang sangat detail dalam investigasi ilmiah, mereka dengan bulat menyimpulkan bahwa dalam tumbuhan terdapat substansi hijau dan dengan substansi hijau tersebut dapat dihasilkan karbohidrat sebagai bahan utama dalam membentuk buah, pohon dan vegetasi.

Buah pada tumbuhan

Inilah yang dijelaskan oleh Al Quran 14 abad yang lalu yang disampaikan oleh seorang Nabi, yang hidup di lingkungan padang pasir, yang tidak ada peralatan memadai untuk penelitian pada masa itu.

Lalu, siapa yang mewahyukan fakta tersebut pada Muhammad SAW? Seorang Nabi yang buta huruf, berada dalam kebudayaan yang minim pengetahuan, tidak ada peralatan yang paling sederhanapun pada saat itu,  yang dengan sendirinya mempengaruhi keingintahuan penelitian dan laboratorium dalam bidang fisiologi tumbuhan untuk mencari tahu fakta ini lebih jauh lagi.

Adanya informasi yang detail berkaitan dengan ilmu botani dalam Al Quran, menunjukkan bukti bahwa ini berasal dari Allah SWT yang berfirman:
“(Mereka tidak mau mengakui yang diturunkan kepadamu itu), tetapi Allah mengakui Al Qur'an yang diturunkan-Nya kepadamu. Allah menurunkannya dengan ilmu-Nya; dan malaikat-malaikat pun menjadi saksi (pula). Cukuplah Allah yang mengakuinya.” (QS. An Nisaa: 166)

B y : Al-Shaykh. Abdul-Majeed ‘Azeez Al-Zindani
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: "Al Khadir", Substansi Hijau Dalam Daun
Ditulis oleh Muchamad Sujarwanto
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://quran-dan-science.blogspot.com/2012/12/al-khadir-substansi-hijau-dalam-daun.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Original design by Bamz | Copyright of Quran dan Science.